akar wangi
              Login | Register Saturday, 23 Aug 2014  WIB

Artikel Akar Wangi Garut


Komoditas Tanaman Akar Wangi

13 January 2012 06:32

Di kabupaten garut, budidaya dan pengolahan minyak akar wangi telah dilakukan sejak tahun 1918 dan komoditi ini dikenal sebagai "Golden Java Vertiver Oil". Saat ini setiap tahunnya kabupaten Garut mampu menghasilkan minyak akar wangi sebesar 50-60 ton. 

Informasi Umum

  • Akar wangi dikenal dengan beberapa nama di Indonesia, seperti : useur (Gayo), urek usa (Minangkabau), hapias (Batak), narwastu atau usar (Sunda), larasetu (Jawa), karabistu (Madura), nausina fuik (Roti), tahele (Gorontalo), akadu (Buol), sere ambong (Bugis), babuwamendi (Halmahera), garamakusu batawi (Ternate), baramakusu butai (Tidore).
  • Akar wangi (Vetiveria zizanoides Stapt) termasuk famili Gramine atau rumput-rumputan. Memiliki bau yang sangat wangi, tumbuh merumpun lebat, akar tinggal bercabang banyak berwarna merah tua. Tangkai daun tersembul dari akar tinggal sampai mencapai 200 cm.
  • Daun akar wangi berwarna kelabu, tampak kaku, panjangnya mencapai 100 cm dan tidak mengandung minyak. Bunganya berwarna hijau atau ungu.
  • Cara memperbanyak dengan biji, memisahkan anak rumpun atau memecah akar tinggal yang telah bertunas.
  • Beberapa negara yang mengusahakan tanaman akar wangi : Brazil, India, Haiti, Kepulauan Reunion, Honduras, Guatemala, Meksiko, Dominika dan Indonesia. Negara yang mengusahakan secara komersial untuk kepentingan penyulingan hanya Indonesia, khususnya P. Jawa. Ada sebagian kecil juga di Kepulauan Reunion.
  • Dalam perdagangan minyak akar wangi hanya dikenal dua nama, yaitu java vetiver oil (asal P. Jawa) dan reunion island vetiver oil (asal Kep. Reunion).

Syarat tumbuh dan Budidaya

  • Tanaman akar wangi dijumpai di Garut (daerah penghasil utama minyak akar wangi), Wonosobo, Pasuruan dan Lumajang.
  • Ditanam dengan sistem monokultur atau tumpangsari. Toleran tumbuh di ketinggian 500 - 1.500 m dpl, curah hujan 1.500 - 2.500 mm per tahun, suhu udara lingkungan 17 - 27o C . Membutuhkan sinar matahari yang cukup dan lahan terbuka atau tidak terlindung oleh tanaman lain. Kondisi lahan terbaik adalah tanah berpasir atau daerah aliran abu gunung berapi pada lereng-lereng bukit karena akar tanaman akan mudah dicabut pada saat panen sehingga akar tidak ada yang tertinggal.
  • Waktu penanaman setiap saat sepanjang tahun, namun yang terbaik adalah di awal musin hujan. Pemangkasan dilakukan pada saat usia tanaman 6 bulan untuk meningkatkan hasil sampai 10 %.
  • Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 8 bulan, namun untuk memperoleh jumlah akar yang maksimum dan mutu minyak yang tinggi maka pemanenan sebaiknya dilakukan setelah tanaman mencapai umur 14 bulan - 16 bulan. Jika terlalu tua maka kandungan minyak atsiri akan mulai menurun.
  • Hasil panen per hektar rata-rata sekitar 15 -20 ton basah.  

Minyak akar wangi

  • P. Jawa telah menjadi pengekspor minyak akar wangi sejak sebelum perang dunia II yang ditujukan terutama ke Jerman, Perancir, Inggris. Dewasa ini selain ke Eropa juga di ekspor ke USA, Jepang dan Singapura.
  • Dewasa ini kebutuhan minyak akar wangi dunia mencapai sekitar 300 ton setiap tahun, Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 20 % saja. Beberapa negara pembeli minyak akar wangi Indonesia adalah AS, Jepang, Singapura, Malaysia, Pakistan, Swiss, India, Inggris, Perancil, Belanda dan Spanyol.

Mutu Minyak Akar Wangi
Persyaratan mutu minyak akar wangi (Indonesia - SP-8-1985) :

  • Warna : Kuning pucat sampai coklat kemerahan
  • Berat jenis pada 25o C : 1,515 - 1,530
  • Bilangan ester : 5-25
  • Bilangan ester setelah asetilasi : 100 - 150
  • Kelarutan dalam alkohol 95 % : 1:1 dan seterusnya, jernih
  • Alkohol tambahan : negatif
  • Minyak lemak : negatif
  • Minyak pelikan : negatif
  • Rekomendasi untuk bau : segar dan khas minyak akar wangi
  • Rekomendasi untuk putaran optik : 17oo - 46oo

Persyaratan mutu minyak akar wangi menurut Essential Oil Association of USA(EOA) :

  • Penampilan dan bau : cairan tidak gelap, berwarma coklat sampai coklat ke merahan, dan bau aromatis
  • Berat jenis pada 25o C : 0,984 - 1,035
  • Putaran optik : 15oo - 45oo
  • Indeks bias pada 25o C : 1,5200 - 1,5280
  • Kelarutan dalam alkohol 80% : larut dalam 1 - 3 volume, seterusnya terjadi opalensi

Kegunaan minyak akar wangi

  • Komponen yang menyusun minyak akar wangi yaitu : vetiveron, vetiverol, vetivenil vetivenal, asam palmitat, asam benzoat, dan vetivena.
  • Banyak digunakan sebagai bahan baku kosmetik, parfum, dan bahan pewangi sabun.
  • Minyak akar wangi mempunyai bau yang menyenangkan, keras, tahan lama, dan disamping itu juga berfungsi sebagai zat pengikat bau (fixative)
  • Karena sifatnya yang susah menguap maka digunakan sebagai pengikat minyak wangi lain dalam satuan parfum agar wanginya tahan lama.
Proses produksi dan perbaikan mutu minyak akar wangi
Proses peroduksi minyak akar wangi dilakukan dengan penyulingan, baik dengan uap maupun uap yang bertekanan tinggi. Rendemen rata-rata minyak akar wangi 1,5%


Share |

◄ Kembali ◄            ◄ Kirim Ke Teman ◄            ◄ Cetak Print ◄

 

Shopping Cart

No Items

Yahoo! Online Chat

Iman Maulana


Kamaludin Somantri


Telepon :
Telp : 08112132798
Pin BB : 2ACFEE4A
WhatsApp : 08112132798

Galeri :
Zocha Graha Kriya
Jl. Pakuwon No.10
Garut Jawa Barat
E - Mail : sales@akarwangigarut.com

Update Pengiriman

Links Website

Copyright © 2011 by intimediaglobal.com, Akar Wangi Asli Garut. All Rights Reserved